MUSIC

Showing posts with label MUSIC. Show all posts
Showing posts with label MUSIC. Show all posts

Sep 2, 2014

Frekuensi Radikal Bebas Lepas Landas


Dokumentasi pribadi : Rantau Ranjau


Jantung berdetak, mungkin serasa seperti ada yang ingin mencabut nyawa. Mata yang terpejam perlahan akan mengecil seperti mata para (maaf) masyarakat Tionghoa. Dahi berkerut membuat kulit saling bertempel. Telinga pun rasanya mau pecah. Ngiiiiiiiiiik... Begitu mungkin suaranya. Seperti koloni semut yang bersama-sama masuk ke dalam telinga dan menyerang apapun yang ada di dalamnya. Begitulah, ekspresi yang dihasilkan dari suara-suara yang mungkin tidak kita kenal atau kita luput mengenalnya. Begitu juga yang saya rasakan ketika mendengarkan Rantau Ranjau - Diculik Kupu-Kupu Mutan

Mungkin saya harus minta maaf karena memilih Rantau Ranjau sebagai sampel. Ada sedikit subjektivitas di sini, karena bagaimanapun si empunya pernah mencium bibir dan perasaan saya pada masanya yang indah, yang kini kami memilih indah dengan cara masing-masing. Setidaknya Rantau Ranjau sedikit banyak terlahir karena percakapan dua arah via gelombang telekomunikasi yang tanpa batas, dulu. Baiklah dicukupkan dulu curahan hati dan sisi ke'anda'an saya-nya. Hei, adakah bunyi yang berbatas?

Adalah bebunyian yang disebut sebagai experimental noise. Beberapa berhasil dengan percaya diri menyebutnya musik, beberapa juga ragu dengan menyebutnya bebunyian. Dan saya memilih untuk menjadi yang ragu. 

Mungkin kata yang tepat adalah perlawanan. Siapa bilang perlawanan harus saling gontok dan tonjok? Perlawanan juga bisa diekspresikan dengan karya. Begitu mungkin. 

Experimental noise, baik itu disebut musik atau tidak, bagi saya secara pribadi adalah bentuk perlawanan. Melawan norma-norma bermusik ataupun berkesenian yang ada. Dengan bangganya, mereka mengusung roh anti estetika yang disebut dengan Dadaisme. Yang pada masanya, awal abad 20-an, dengan lincah menyindir secara konyol budayanya melalui pertunjukan yang 'tanpa batas'.

Luigi Russolo misalnya, seorang seniman futuristik, yang pada tahun 1913 mengeluarkan manifesto berjudul "The Art of Noise". Secara langsung, manifestonya menyatakan bahwa revolusi industri telah memberikan kapasitas lebih kepada manusia modern untuk mengapresiasi suara-suara yang lebih kompleks. Intonarumori-nya (suatu perangkat yang ia bangun sendiri) untuk membentuk suatu orkestra yang berisik menghasilkan perdebatan musik atau bukan musik. Atau sebut saja John Cage. Orkestra diam dibuatnya dalam karya yang berjudul "4'33". Para pemain orkestra diminta diam tanpa memainkan alat musik apapun. 

Semuanya, melawan bukan? Jika di era 60-an muncul Sex Pistols dengan PUNK-nya yang melawan musisi-musisi rock mainstream. Maka untuk saat ini ada mereka para pegiat experimental noise yang melawan aturan pasar di industri musik.

Di Indonesia, di era 2000-an ini, beberapa kelompok minoritas anak muda dikagetkan oleh sejenis (yang mungkin bisa dikatakan) musik tanpa aturan. Mereka menyebutnya experimental noise, saya menyebutnya 'frekuensi radikal bebas'. Betapa tidak radikal dan tidak bebas, mereka mengeksplorasi bunyi sampai kepada bagian terkecil yang sebenarnya ada. 

Di era 60-an, kita bisa melihat Throbbing Gristle ataupun Cabaret Voltaire. Penyajian musik yang tidak beraturan. Frekuensi lepas landas yang menusuk tiang-tiang listrik hingga menyemburkan bunyi percikan api yang meluluhlantahkan telinga. Membuat orang yang mendengarnya bertanya-tanya : Apa ini? 

Dan, berbicara masalah ketabuan yang selalu diangkat oleh para pegiat experimental noise saat ini, saya rasa ada hubungannya dengan perlawanan. Di dalam experimental noise, akan selalu ada masalah ketabuan yang diangkat, baik itu seks dan lain sebagainya. Setidaknya, mungkin mereka mencoba melawan pandangan orang umum tentang hal-hal yang tabu. 

Jika begitu, maka ingatlah lagu milik Throbbing Gristle berjudul "E-Coli", di mana Cosey Fanni Tutti hanya bergumam dan sedikit berteriak tentang bakteri yang ada di dalam tinja itu. Atau Atari Teenage Riot yang berbicara tentang penis yang masuk ke dalam vagina, yang disebut penetrasi, dalam "Sex Law Penetration"-nya. Akan lebih tak berbatas lagi jika melihat salah satu adegan pertunjukan Throbbing Gristle dengan memameskan adegan Cosey Fanni Tutti mengulum penis Chris Carter. Rawks!

Jadi, apa salahnya kalau kita jalan bergeser sedikit dan melawan?


Jul 13, 2010

My Morning Kiss




























"My Morning Kiss". Ya, 'mereka'lah yang selalu mencium paginya saya. Kenapa pagi? Karena saya selalu beraktivitas dengan 'mereka' di pagi hari.

Pagi-pagi, biasanya tepat pukul 6 pagi, saya memanggil mereka satu persatu, mereka datang. Dan satu persatu dari mereka pun mulai mencium saya. Ada yang lamanya 5menit atau bahkan ada yang sampai 20menit lebih. Ya, orgasme di pagi hati bersama 'mereka'. Mau tau siapa mereka? Cekidot!

  1. Slow Dancing Society - The Delicate Sound Of Silence
  2. 36 - The Box
  3. Finneyerkes - Honeymoon At The Holocaust Museum
  4. Lexaunculpt - The Tuning Of Miniature Modems
  5. Murcof - Memoria
  6. Pivot - In The Blood
  7. SubtractiveLAD - Decay As A Lifestyle
  8. The Tumbled Sea - Walking
  9. Yndi Halda - We Flood Empty Lakes
  10. Daisuke Tanabe feat Monday Michiru - No Answer
  11. Hammock - Dropping Off
  12. Krzysztof Orluk - Crying Bird
  13. Adob - Diaspora
  14. Aether - Autumn Pisces
  15. 65 Days Of Static - Born Apart

And then, they kiss me one by one! It's so rawk!

Apr 30, 2010

SHOESY



Saya datang bersama sepatu
Bukan sendiri tapi bersama-sama
Selalu bersama sepatu
Saya tidak bisa pulang tidak bisa pergi tanpa sepatu
Sepatu saya cinta saya cinta sepatu saya
Sepatu kiri saya senang menari
Sepatu kanan saya senang bernyanyi
Setiap malam kami berlatih nyanyian baru
Setiap hari kami ciptakan tarian baru
Bersama-sama kami akan menggali dunia
Suatu hari datang seekor lintah hinggap di sepatu kiri saya
Menghisap darahnya sampai habis
Satu minggu lamanya sepatu kiri tidak menari
Hingga akhirnya sepatu kiri mati
Sepatu kanan saya berduka lara
Tidak mau lagi bernyanyi
Sesekali bersenandung lagu kematian
Satu minggu lamanya ia tidak bernyanyi
Hingga suatu hari, ia putuskan untuk akhiri hidupnya
Mengikat lehernya dengan tali sepatu
Dan kini aku berjalan disini
Sendiri
Tanpa sepatu

TIKA - Gugur Sepatu

Shoes are like people.
They can be warm. They can be cold. Or blue, or green. They may be new. Like a fresh spring day. And some of them.. Well, smell.. And make you turn away..
Some shoes have heels. And some are flat. Some even have installed lights. Hey, what's up with that? Maybe, to see which path is right.
Some shoes are lazy, cheerful, and fun. Yet there are those that like to run. Most shoes have an expression. A smile, a frown, a wink. And some are sad and dirty, waiting by the sink. Some shoes are very useful. And some get tired soon. Some shoes are trully wild for walking on the moon. Some shoes are very talkative. And some of them untied. But most shoes are like people.
Hey shoesy, you carry me along my path
Hoy shoesy, you stay with me until your old

Hey shoesy, you give me everything you have
Hey shoesy, you even give your soul
Hey shoesy, you're always there below me


Love you, SHOESY!

Mar 11, 2010

love? do it in bed



u make me so excited
make me feel a special need
please don't say you're tired
let me taste your tea with honey
it's to good to be ignited
give me what i want
indulge me

don't be sad, don't be sad
that it's me who starts things up
in this bed
because i know you
you want
i know you want it

don't you understand
the beauty of this
to search you with my hands
embody our love




love is something on the bed
hide
in the blanket
passion
emotion
dancing
sigh
laughing
sweetest smile
in the end, "i love you"


Oct 24, 2009

Gulag Orkestar



Sebenernya saya nggak tahu-tahu amat sama yang namanya Beirut atau Zach Condon. Saya tahu Beirut ini dari teman saya, Angga Caesar. Ceritanya dia minta dikirimin album barunya Massive Attack, lalu saya minta dikirimin balik lagu apa aja. Akhirnya dia kirimlah si Beirut ini.

Awalnya saya nggak tau ini musik macam apa. Baru denger nama Beirut pun dari si Angga yang sebelum-sebelumnya heboh banget nyari downloadan Beirut dimana-mana. Pertama saya denger juga, eh kayaknya nggak begitu menarik ah lagunya. Tapi setelah saya mendengarkan lagu Elephant Gun, jadi WOW. Sepertinya album ini bagus juga di denger..

Musiknya sih folk, seperti terdengar kaya musik-musik Prancis. Padahal Beirut ini bukan dari Prancis. Yang saya dapet dari Last.fm sih Beirut ini ya dari USA. Tapi musiknya wow beda banget sama USA pada umumnya hahaha

Cobalah diunduh Beirutnya, lumayan nemenin pas lagi dingin-dingin habis hujan diam di teras rumah sambil menatapi laptop :D Thanks buat Angga Caesar atas kiriman lagunya :)

Oct 13, 2009

Karaoke!
















"Would you like to come and meet me, maybe?"

"You never kept the note. I know you threw it away."

"I will be the forest, and you will be the dead tree"

"Why do you telephone? Why do you send me a silly notes?"

"Love is just a piece of time.."

"Take me to the place where you go."

"We'll be fine yeah.."

"And I tried to hold him."

"You are mine now."

"Why don't you sit right down and make me smile?"

"I'm never sure when I need you."

"It's all fine and why. Don't know. Wondering and why."

"Don't worry, shut up, sit down. Go with it and be happy."

Oct 9, 2009

Ljosid














There is nothing a caterpillar that tells you it’s going to be a butterfly
Do not break the silence
You need chaos in your soul to give birth to a dancing star
Remember quiet nights
Burn down your bridges
Think outside the box
Let yourself feel

Olafur Arnalds "Ljosid"

Aug 6, 2009

ALL IS FULL OF LOVE



you'll be given love
you'll be taken care of
you'll be given love
you have to trust it

maybe not from the sources
you have poured yours
maybe not from the directions
you are staring at

twist your head around
it's all around you
all is full of love
all around you

all is full of love
you just ain't receiving
all is full of love
your phone is off the hook
all is full of love
your doors are all shut
all is full of love
be the little angel

ALL IS FULL OF LOVE..

Feb 5, 2009

INTELEGENCE DANCE MUSIC (IDM)


Jika kamu tertarik dengan musik elektronik tetapi tidak nyaman dengan crowd-nya, atau bosan dengan tipikalitas musik elektronik, cobalah mulai berkenalan dengan salah satu sub genre musik elektronik yang dinamai Intelegence Dance Music, disingkat IDM. Suatu jenis musik yang banyak terpengaruh beragam jenis musik lainnya, mulai dari tipikal musik elektronik seperti ambient, drm ‘n bass, dan jungle, hingga gaya musik diluar elektronik seperti jazz, hip hop, R’nB, bahkan musik orkestra. Yang membedakan IDM dengan musik elektronik lainnya pada dasarnya adalah IDM merupakan sejenis musik elektronik eksperimental dimana audio process dan sequencing-nya tidak dilakukan secara konvensional.

Genre musik yang lahir pada tahun 1993 ini diisi juga dengan karakter sound yang dicirikan seperti adanya bunyi-bunyi CD yang skip dan gemericik. Hal lain yang membedakan IDM dengan musik elektronik lainnya adalah, tidak seperti musik elektronik lainnya, dalam musik IDM kamu akan jarang menemui artis seperti di rave party. Mereka biasa tampil dengan laptop dan midi controller. Di Amerika terdapat festival khsusus, yaitu festival MUTEK.

Walaupun ada kata ‘dance’, tetapi musik ini pada umumnya sangat tidak dancefloor. Kata ‘dance’ dalam singkatan IDM sebenarnya hanya karena pembuatan musiknya yang sama dengan pembuatan musik dance pada umumnya.



Pelopor musik IDM sendiri diantaranya adalah Autechre, Aphex Twin, Squarepusher, dan beberapa musisi lainnya yang berawal dari forum atau pada bulan Agustus 1993, dimana pada saat itu mereka sedang mendiskusikan musik Richard D. James (Aphex Twin) dan Rephlex Records. Dari forum tersebut pula, lahirlah nama IDM. Setelah tahun 200-an, musik ini kian berkembang dan ada yang perkembangannya signifikan.

Perkembangan yang signifikan tersebut ditandai dengan hadirnya records label dan musisi yang mengusung IDM, seperti Boards of Canada, Telefon Tel Aviv, dan lainnya. Dan records label seperti Skan Records, Merck Records, dan Hefty Records. Di Asia sendiri ada Cyndi Seui artis dari Smallroom Records Thailand yang mengusung musik IDM juga. Dan di Indonesia sendiri, musik IDM cukup berkembang

Dec 28, 2008

BJORK GUDSMONDOTTIR








BJORK GUDSMONDOTTIR, seorang wanita kelahiran Reykjavik, Islandia, 21 November 1965, yang sekarang menjadi inspirasi bagi orang banyak, termasuk saya sendiri! karya-karyanya sangat membuat mata saya terbelalak, dan menelan ludah. memang WOW! i love bjork so much!

awalnya dia memulai karir dengan membentuk sebuah grup musik bernama SPIT AND SNOT tahun 1979. setelah itu da berubah-rubah grup musik, Exodus (1979-1980), Jam-80 (1980), Cactus (period 1982), Stigrim (period 1982), Tappi Tíkarrass (1981-1983), Rokka Rokka Drum (1984), PUKL (1984), KUKL (1983-1986), The Elgar Sisters (1983-1986), The Sugarcubes (1986-1992), Hljómsveit Konráðs B - (period 1989/1990) dan Björk Guðmundsdóttir & Tríó Guðmundar Ingólfssonar (1990). yang paling saya tau sih KUKL dan THE SUGARCUBES.

pada tahun 1992 bjork menjadi solo karir. album pertamanya rilis tahun 1993 yang berjudul Debut. yang terus berjalan sampa sekarang.. selain itu juga dia bermain film layar lebar, Dancer in The Dark. film itu aja sih yang saya tau..

karya-karya bjork memang aneh. banyak orang bilang kalau mereka nggak ngerti sama musik-musiknya bjork. menurut saya musik bjork memang aneh, tapi nyentrik! ada beberapa orang bilang bjork mengusung aliran triphop, ada juga yang bilang eksperimental. tapi ya itu tergantung bagaimana kita menilainya sendiri.

bjork is WOW! there's no one do the same as bjork do! she's my inspiration!

Dec 11, 2008

EVERYBODY LOVES IRINE – THE BIG BANG PROPHECY


Yes we know that our earth is sick. And we’re desperately trying to cure it. So let’s just stop something atomic. As an action to clean it.
Then the world will soon come to it’s end. But we’ll still together holding hands. Being the new Adam and Eve. In the sunset of the New Year’s Eve.
Like how it was on the Atlantis. There will be no Beny and fascist. Nor the like of Adolf the racist. Big bang the answer is..
Let’s build a new world of utopia. Where there will be no hysteris. Let’s make the way like lennon’s imagine. The world thah full with Gibrans’s limb.
We’ew gonna make a new place of us. We’re gonna build something what we trust. But we need an Armageddon first. The bing bang the answer is..

Dec 3, 2008




Aku Sering Diancam
Juga Teror Mencekam

Kerap Ku Disingkirkan
Sampai Dimana Kapan

Ku Bisa Tenggelam Di Lautan
Aku Bisa Diracun Di Udara
Aku Bisa Terbunuh Di Trotoar Jalan

Tapi Aku Tak Pernah Mati
Tak Akan Berhenti

Ku Bisa Dibuat Menderita
Aku Bisa Dibuat Tak Bernyawa
Di Kursi Listrikkan Ataupun Ditikam

EFEK RUMAH KACA - DI UDARA

Sep 23, 2008

SHOEGAZE?


Satu pertanyaan di otak saya dari dulu, sebenarnya SHOEGAZE itu sebuah aliran atau bukan sih? Banyak orang bilang shoegaze itu sebuah aliran, tapi ada juga yang bilang shoegaze itu hanya sebuah istilah. Lalu apa sebenarnya shoegaze itu?
Yang saya dapat dari teman-teman saya, shoegaze itu berasal dari kata sepatu. Jadi menurut mereka, band-band yang bisa dibilang shoegaze adalah band yang pada saat perform mereka selalu melihat ke bawah ke arah sepatu mereka. Yah itu memang masuk akal, memang banyak yang berkata begitu. Contohnya di Indonesia atau khususnya di Bandung mungkin, THE MILO. Band itu adalah band yang setiap manggung biasanya adem ayem, dan selalu melihat ke arah sepatu mereka. Lagu shoegaze biasanya down beat, banyak orang bilang “bikin ngantuk”. Karena memang lagunya yang sangat pelan sekali, jadi kebanyakan orang bilang “kalau dengerin shoegaze itu ngantuk ah!”. Atau mungkin shoegaze biasa diidentikkan dengan suasa ‘galau’. Yah entahlah apa itu shoegaze, yang saya utarakan diatas hanya selintas-selintas yang saya tahu tentang shoegaze dari perbincangan-perbincangan saya bersama teman saya.
Sementara teman saya yang sangat menyukai shogaze berkata, kalau shoegaze itu benar-benar sebuah aliran. Setelah saya mencari dalam google, yang saya dapat musik shoegaze itu berawal dari musik-musik indie rock, lalu berbuah lagi menjadi shoegaze. Jadi situs tersebut mengatakan bahwa shoegaze memanglah sebuah aliran. Band-band shogaze yang saya tahu seperti mogwai, atau mungkin yang cukup dikenal yaitu my bloody valentine. Lagu-lagu yang mereka bawakan memang cukup membuat mata mengantuk, atau mungkin jenuh. Seperti contohnya mogwai, musik mereka hanyalah musik instrumental yang dilengkapi distorsi-distorsi dan noise-noise pada gitar. Lagu mereka sangatlah pelan, tapi kadang di tengah-tengah lagu ada saatnya mereka membawa adrenalin kita naik, yah kalau dalam emosi mungkin bisa dikatakan sebagai puncak emosi. Judul-judl lagu mereka juga rata-rata bertemakan kesedihan atau ke’galau’an.
Tapi saya juga tahu dari teman saya, dia membaca buku yang berjudulkan “shoegaze”. Disana diterangkan bahwa shoegaze bukanlah sebuah aliran lagu, melainkan hanyalah sebuah istilah. Benar katanya yang shoegaze itu berasal dari kata sepatu. Jadi dalam buku itu diterangkan bahwa shoegaze itu sebuah istilah untuk suasana-suasana gelap, ‘galau’, dan sebagainya. Buku itu menyebutkan untuk aliran sendiri mungkin musik post-rock bisa dikatakan musik shoegaze. Yah yang dibilang musik post rock itu yang seperti mogwai, explotions in the sky, jesu, dan lain-lain.
Jadi sampai sekarang pun saya tidak tahu pasti apa itu shoegaze. Yang bisa saya tangkap mungkin, shoegaze memang sebuah istilah, dan yang masuk dalam kategori shoegaze itu adalah musik-musik beraliran post rock, yang seperti mogwai, explotions in the sky, jesu, dan lain-lain. Maka banyak orang mengatakan kalau mogwai itu shoegaze! Haha itu cuma kesimpulan ngga jelas yang keluar dari otak saya yang mini ini. Kalau ada yang tahu apapun tentang shoegaze, kasih tau saya ya!

Jul 21, 2008


Interview With everybody loves irine
“Musik kita emang segmented ! Tapi kita suka kalau musik kita dibilang segmented. Itu berarti orang-orang dengerin lagu kita karena emang suka, bukan karena ikut-ikutan ..”

Kenapa namanya “Everybody Loves Irine” ?
Karena dulu kan nama bandnya cuma masih kaya bercandaan aja. Dulu juga kita pengen yang lebih seriuslah. Akhirnya gw nyari nama, waktu itu lagi ada sitkom “Everybody Loves Raymond” terus juga lagi ada film “Me, My Self, and Irine”. Nah kebetulan nama vokalis kita Irine .. Jadilah Everybody Loves Irine! Enggak ada niat-niat khusus sih .. Cuma tiba-tiba aja. Pengen aja kaya gitu ..
Terus kenapa sih namanya panjang banget ?
Yaaa kita pengen aja biar orang-orang susah nginget namanya. Dan biasanya kan kalau yang susah pasti di inget. Walaupun banyak orang yang suka menyingkat jadi ELI. Sebenernya kita sih enggak mau di sebut ELI. Kita pengen orang-orang nyebut yang panjang ..

Ceritain dong gimana bisa sampai kebentuk Everybody Loves Irine ?
Kalau Everybody Loves Irine sendiri kebentuknya tahun 2001. Awalnya cuma Yudi, Dimas, sama Mulyadi dari SMP, itu juga ada 2 orang lagi. Kita maen britpop, yaaa Oasislah .. Akhirnya kita beda-beda SMA. Nah di SMA, Yudi ketemu Irine, ya udah diajak maen. Dan Aulia itu temen kuliahnya Irine, dan diajaklah lagi .. Dan terbentuklah sampai sekarang ..
Terus aliran musik kalian sendiri apa sih ?Triphop ! Yaaa triphop itu kan luas. Ada rocknya, ada popnya .. Serahin ke pendengar ajalah. Tapi kita trpihop ! Kalau di album pertama mungkin emang triphop yang gloomy gitulah .. Tapi di album kedua mungkin kita bakal bikin yang up-beat dikitlah .. Jadi kita pengen orang-orang enggak nganggep kita lagi sebagai band galaw !

Kenapa kalian milih triphop ?
Karena dulu masih jarang banget triphop di Indonesia. Terus katanya sih suara Irine itu lebih ke triphop. Dulu kan kita pernah rekaman empat lagu. Tiga lagu tweepop sama satu lagu triphop, nah ternyata orang-orang lebih banyak seneng sama yang triphop itu. Yaa mungkin emang ternyata dapet feelnya kesitu ..
Influence kalian darimana aja ?
Kalau Dimas mungkin lebih ke indiepop, Mulyadi ke britpop, Irine lebih ke solo pop kaya Mariah Carey, kalau Aulia sama kaya Mulyadi, kalau Yudi sama aja sih. Kalau Yudi sih labil .. Macem - macemlah !
Gimana sama album baru ? Rencana keluar kapan ?
Maunya sih tahun depan. Secepatnya ! Antara April – Meilah. Awalnya Februari tuh pengennya udah selesai. Cuma ada kesalahan tekniklah. Kaya misalnya suara si Irine yang tiba-tiba hilang. Terus kita juga ada kerjaan masing-masing. Lagian kita juga ngeband gimana yaaaa ?? Hmmm semacam hobi .. Tapi hobi yang digilai. Ga harus tapi wajib ! Bukan yang utama tapi utama !
Kalau dengerin lagu kalian kan liriknya gelap-gelap gitu, yang paling banyak nulis liriknya siapa ?
Yudi yang sering nulis ! Inspirasi sih dari mana aja. Tapi kalau yang di album pertama, itu bukan nyeritain tentang kehidupan pribadi. Itu lebih ke yang gimana yaaa kalau kita itu jadi dia. Mungking lirik-lirik kita kaya yang nyuruh bunuh diri. Tapi yaa kita ga nyuruh buat bunuh diri sih .. Lebih ke empatilah ! Lebih ke ‘jikalau’ .. Kita pengenlah ngerasain kalau kita jadi orang itu gimana rasanya ..
Musik kalian kan bisa dibilang segmented banget, gimana menurut kalian sendiri?
Musik kita emang segmented ! Tapi kita suka kalau musik kita dibilang segmented. Itu berarti orang-orang yang denger lagu kita emang bener-bener karena suka, bukan karena ikut-ikutan. Yaa emang banyak orang bilang lagu kita itu paling cocok didenger sebelum tidur. Tapi emang kita pengennya orang-orang yang nonton kita itu diem, duduk ..

Yang paling sering ngaransemen lagu siapa ?
Yudilah ..
Emang sengaja dibikin gloomy kaya gitu ?
Nah kita juga bingung ! Di album pertama emang semua lagu di album kita itu sama semua ! Datar .. Bukan karena dikonsepin kaya gitu. Tapi enggak tau ternyata hasilnya kaya gitu. Emang agak monoton sih. Makannya di album kedua nanti bisa dilihat ada perubahanlah. Nanti disana juga bakal ada chill out, agak sedikit ramelah !
Waktu itu pernah ada berita tentang show kalian yang di Malaysia, sempet ada masalah kan ? Bener enggak sih ?
Bener .. Kita hampir dipenjara .. Soalnya kemaren waktu Everybody Loves Irine ke Malaysia enggak ada izin unutk manggung, Cuma buat wisata aja .. Jadi kalau disana, kalau orang asing itu enggak bisa melakukan apa-apa. Mungkin yaa karena ada beberapa event disitu, atau mungkin juga karena ada rasa cemburu .. Terus ketahuanlah ada anak-anak Indonesia mau manggung disini enggak ada izin .. Nah akhirnya ke venue-lah kita .. Udah banyak orang-orang yang mau nonton. Tapi kalau manggung itu ya bisa ditangkap. Nah kebetulan di Event Organizer tersebut punya beberapa pengacara bebas. Mereka nego sama pihak imigrasi. Tapi pihak imigrasi tetep enggak mau, katanya harus ada izin. Yaaa jadi akhirnya kita enggak manggung .. Tapi cuma di tempat itu aja. Nah itu juga yang agak aneh buat kita .. Kenapa Cuma di satu tempat aja.
Ceritain dong suka duka kalian waktu manggung ?
Kita lebih banyak dukanya ! Tapi sukanya yaa kita bisa bekreatifitaslah, ngeluarin karya-karya kita .. Sama seneng bisa maen di luar negeri ! Seneng aja gitu ke luar negeri dari hasil nabung sendiri .. Kalau dukanya yaa kita enggak ada kru. Kita semua kerja sendiri. Jadi bawa barang-barang sendiri .. Dan waktu di Singapura itu pertama kalinya band Indonesia datang kesana. Sama satu-satunya band Indonesia yang diundang kesana. Dan senengnya lagi, kan musik kita segmented banget. Enggak semua orang bisa dengerin, tapi yaa karena musik kita yang dibilang aneh ini, malah jadi unik. Terus jadi banyak yang bilang kita band mahal ! Yaa karena kita udah manggung di luar .. Padahal kita gini-gini aja.
Tanggapan kalian sendiri tentang scene indie di Indonesia ?
Menggila ! Menjamur ! Indie itu gila. Dapet duit darimana gitu bisa buat rekaman sampai ngerelease sendiri. Hebat aja gitu ! Yang diharepin dari Indie sendiri sih lebih profesional gitu .. Terus bikin musik yang berkualitas, jangan asal maenlah ! Kan kebanyakan indie di Indonesia itu pop, rock, emo, metal .. Masih banyak gitu aliran laen .. Dibikin variasilah !
Harapan Everybody Loves Irine ke depan ?
Ngeluarin album kedua .. Pengen terus bersama .. Dipanggil ke luar negeri .. Lalu ada satu yang jadi kebanggaan kita. Lagu kita udah didenger sama orang yang nanganin portishead .. Dan tadinya kita itu udah disuruh kesana buat rekaman di studionya portishead. Jadi itu orang yang nanganin album pertama portishead. Yah satu kebanggaanlah buat kita ! Siapa sih kita ? Cuma Everybody Loves Irine !